life after 25th

halo pembaca yang kesasar di halaman saya, selamat datang.


3 tahun draft tulisan ini dibuat baru berani dipublish.

Kalian pernah ngerasa temen-temen klen perlahan sudah punya aktivitas baru, kerjaan baru, atau bahkan keluarga baru. Yang mana membuat intensitas komunikasi dan aktivitas jauh berkurang. Biasa lepas jam kerja kumpul di warung kopi canda gurau. Sekarang ndak bisa seperti itu lagi. 

Ya, itulah yang saya rasakan setelah masuk di usia 25. Lingkungan menjadi lebih ramping dan teman senasib adalah tambatan terakhir ketika rasa rindu akan teman-teman datang.

Mungkin sebagian orang bilang aku berlebihan, untuk menunjukkan rasa kehilangan ini. toh semua/kita akan menjadi nahkoda di Kapal Rumah Tangga masing-masing. Tapi aku yakin banyak diluar sana yang ngerasa hal yang sama. 

Karir adalah faktor mutlak dalam hal ini. selain Jomblo sih. HAHAHAHA

banyak mimpi yang harus dimaintain agar bisa terwujud dan Jodoh aka tetap mengiringi.

persoal jodoh (NIKAH) ga semudah itu, buat dijalani.
pasangan yang saling menerima adalah koentji, diluar banyak faktor lain.

banyak contoh disekitar kehidupan setelah menikah bagaimana.

blablablabla....

sampai ada yang berani menikah dengan kehidupan (marrige with life).

-dan soal pernikahan paling males untuk dibahas saat ini-



Comments