cepat
saya langsung lari keatas dengan mengikuti instrusksi yang diberikan,
hanya bermodal pita merah di sela2 ranting pohon jalan untuk menemukan
jalan sampai ketemu dengan rombongan. ....
mikirnya, kalo sudah sampai puncak gunung ya, berakhir perjalanan. Ternyata tidak. Saya harus menuju Pelataran tempat pendak mendirikan tenda, dimana rombongan berada. Selama di jalan saya terus memanggil nama teman2 untuk mengetahui dimana posisi mereka dengan keadaan pelataran yang luas, membuat saya bingung harus menelusuri dari mana untuk bertemu rombongan, namun sama sekali saya tidak mendapatkan panggilan balik dari teman2. Lagi celangak-celinguk Kak Ical langsung muncul dari belakang, dan langsung menanyakan keberadaan rombongan, belum kata2 keluar dari mulut saya, beliau langsung berlari ke belakang pelataran. Mungkin sudah keliatan dari muka saya yang bingung kali ya, kak ical begitu.
Dengan cepat kak ical menemukan rombongan. Dengan ketinggalan jauh posisi kami mengharapkan teman2 sudah mendirikan tenda, membuat makanan/minuman, beristirahat dll. Saya terpaku sejenak melihat keadaan rombongan pada saat itu, banyak yang mengigil karna kedinginan, tenda belum didirikan, karna dari sekian banyak orang, hanya satu, dua orang yg bisa mendirikan dan 3 tenda yang harus di tegakkan. alhasil proses mendirikan tenda sedikit lambat. Dan lagi-lagi kak ical dengan sigap membantu teman2 mendirikan tenda.
Headlamp, air minum, snack sudah ditangan dan hari sudah berganti malam. Dengan lantang saya bertanya, siapa yang mau nemenin ke atas lagi ? tidak ada suara yang terdengar, raut wajah mereka yang kecapekan, kedinginan yang ada. Kembali saya berlari kencang untuk cepat bertemu dengan Kak Ook dan Rinaldo. Tak terbayang dengan kondisi rinaldo pada saat itu kalau saya melambat. Rasa takut datang ketika harus sendirian keatas gunung hanya dengan bermodal headlamp yang menurut saya tidak begitu terang. Ada laki2 muda sedang berdiri tak jauh dari jalan ke top dempo.
saya : "Mau, keatas bang ? bareng aja"
unkown : "Tidak, hanya menunggu teman belum sampai2"
saya : "Bang, temenin saya ke atas, boleh. baru pertama kali kesini, dan di atas ada
teman yang lagi halusinasi"
unkown : "hmmm... boleh"
Lega ada temen kepuncak, walaupun tak sempat berkenalan dgn beliau. sebagai gambaran laki2 mudah ini, bersih sekali, sama sekali tidak keliatan habis mendaki gunung dempo yang pada saat itu jalan/track lagi becek. dan memakai kopiah dan sarung yang diikat dipinggang. Cepat beliau berjalan lumayan kepayahan saya mengikuti, ditengah perjalanan kak ical dan kak yudha terdengar memanggil2 nama rinaldo. Saya mintak istirahat sebentar dengan abang ini untuk menunggu kak ical dan kak yudha dibelakang, supaya barengan. Ternyata beliau tidak mengiyakan, tetap jalan cepat. Dag dig dug langsung hati ini, perasaan negatif langsung ke abang itu, Pertanyaannya adalah si abang Manusia atau .... ? langsung saya curi2 ingin melihat bagian yang dibawah hidung diatas mulut si abang. Tapi tak terlihat. Teringat cerita misteri senior, sering makhluk gaib menyerupai pendaki, yang membedakan hanya bagian tadi. Untungnya ketakutan itu tak belangsung lama, saya langsung bertemu dengan kak Ook dan rinaldo. saya pikir hanya mereka berdua, alhamdulillah banyak pendaki yang menemani. bekal logistik yang saya bawa langsung habis sekejap. Ketika saya lagi mengeluarkan bekal. Si abang tadi menepuk pundak saya, sambil bilang "Sudah ya", "Oya bang, Trimakasih" tidak sama sekali curiga.
Selama perjalana ke pelataran, teman2 pendaki menemani sehingga perjalanan tidak begitu menyeramkan. Rinaldo bicara tak karuan, seperti ada wanita yang ada dirinya. Tetiba teringat dengan si Abang, keliling saya mencari abang itu ternyata tidak ketemu. dan Kami sampai ke pelataran bergabung dengan romongan pertama, Tenda, sudah berdiri, teman2 sudah beristirahat di dalam tenda masing2.
Hanya bisa bilang terima kasih banyak buat si Abang, mau manusia atau ... :)
Buat Kak Ook, Kak Ical, Kak Yudha, sangat menginspirasi sekali.
Asep, Rean, Gilang, seperti inilah kami, HIMAFEK sampai ketemu lagi di #Himafek Advanture #Funday selanjutnya
HIMAFEK, Jaya Lah terus selamanya
Itu cerita neak gunung aja lo..
turunya ?? tungguin aja ya :)
mikirnya, kalo sudah sampai puncak gunung ya, berakhir perjalanan. Ternyata tidak. Saya harus menuju Pelataran tempat pendak mendirikan tenda, dimana rombongan berada. Selama di jalan saya terus memanggil nama teman2 untuk mengetahui dimana posisi mereka dengan keadaan pelataran yang luas, membuat saya bingung harus menelusuri dari mana untuk bertemu rombongan, namun sama sekali saya tidak mendapatkan panggilan balik dari teman2. Lagi celangak-celinguk Kak Ical langsung muncul dari belakang, dan langsung menanyakan keberadaan rombongan, belum kata2 keluar dari mulut saya, beliau langsung berlari ke belakang pelataran. Mungkin sudah keliatan dari muka saya yang bingung kali ya, kak ical begitu.
Dengan cepat kak ical menemukan rombongan. Dengan ketinggalan jauh posisi kami mengharapkan teman2 sudah mendirikan tenda, membuat makanan/minuman, beristirahat dll. Saya terpaku sejenak melihat keadaan rombongan pada saat itu, banyak yang mengigil karna kedinginan, tenda belum didirikan, karna dari sekian banyak orang, hanya satu, dua orang yg bisa mendirikan dan 3 tenda yang harus di tegakkan. alhasil proses mendirikan tenda sedikit lambat. Dan lagi-lagi kak ical dengan sigap membantu teman2 mendirikan tenda.
Headlamp, air minum, snack sudah ditangan dan hari sudah berganti malam. Dengan lantang saya bertanya, siapa yang mau nemenin ke atas lagi ? tidak ada suara yang terdengar, raut wajah mereka yang kecapekan, kedinginan yang ada. Kembali saya berlari kencang untuk cepat bertemu dengan Kak Ook dan Rinaldo. Tak terbayang dengan kondisi rinaldo pada saat itu kalau saya melambat. Rasa takut datang ketika harus sendirian keatas gunung hanya dengan bermodal headlamp yang menurut saya tidak begitu terang. Ada laki2 muda sedang berdiri tak jauh dari jalan ke top dempo.
saya : "Mau, keatas bang ? bareng aja"
unkown : "Tidak, hanya menunggu teman belum sampai2"
saya : "Bang, temenin saya ke atas, boleh. baru pertama kali kesini, dan di atas ada
teman yang lagi halusinasi"
unkown : "hmmm... boleh"
Lega ada temen kepuncak, walaupun tak sempat berkenalan dgn beliau. sebagai gambaran laki2 mudah ini, bersih sekali, sama sekali tidak keliatan habis mendaki gunung dempo yang pada saat itu jalan/track lagi becek. dan memakai kopiah dan sarung yang diikat dipinggang. Cepat beliau berjalan lumayan kepayahan saya mengikuti, ditengah perjalanan kak ical dan kak yudha terdengar memanggil2 nama rinaldo. Saya mintak istirahat sebentar dengan abang ini untuk menunggu kak ical dan kak yudha dibelakang, supaya barengan. Ternyata beliau tidak mengiyakan, tetap jalan cepat. Dag dig dug langsung hati ini, perasaan negatif langsung ke abang itu, Pertanyaannya adalah si abang Manusia atau .... ? langsung saya curi2 ingin melihat bagian yang dibawah hidung diatas mulut si abang. Tapi tak terlihat. Teringat cerita misteri senior, sering makhluk gaib menyerupai pendaki, yang membedakan hanya bagian tadi. Untungnya ketakutan itu tak belangsung lama, saya langsung bertemu dengan kak Ook dan rinaldo. saya pikir hanya mereka berdua, alhamdulillah banyak pendaki yang menemani. bekal logistik yang saya bawa langsung habis sekejap. Ketika saya lagi mengeluarkan bekal. Si abang tadi menepuk pundak saya, sambil bilang "Sudah ya", "Oya bang, Trimakasih" tidak sama sekali curiga.
Selama perjalana ke pelataran, teman2 pendaki menemani sehingga perjalanan tidak begitu menyeramkan. Rinaldo bicara tak karuan, seperti ada wanita yang ada dirinya. Tetiba teringat dengan si Abang, keliling saya mencari abang itu ternyata tidak ketemu. dan Kami sampai ke pelataran bergabung dengan romongan pertama, Tenda, sudah berdiri, teman2 sudah beristirahat di dalam tenda masing2.
Hanya bisa bilang terima kasih banyak buat si Abang, mau manusia atau ... :)
Buat Kak Ook, Kak Ical, Kak Yudha, sangat menginspirasi sekali.
Asep, Rean, Gilang, seperti inilah kami, HIMAFEK sampai ketemu lagi di #Himafek Advanture #Funday selanjutnya
HIMAFEK, Jaya Lah terus selamanya
Itu cerita neak gunung aja lo..
turunya ?? tungguin aja ya :)
Comments
Post a Comment