FINALLY!!!!
3 tahun gabung di Himafek (Himpunan Mahasiswa Fakultas Ekonomi) Unsri Kampus Palembang, baru bisa ikutan #HimafekAdvanture #HimafekFunDay
3 tahun gabung di Himafek (Himpunan Mahasiswa Fakultas Ekonomi) Unsri Kampus Palembang, baru bisa ikutan #HimafekAdvanture #HimafekFunDay
(Maklum mahasiswa sekaligus romusa)
2014, April 18-20
22 orang siap berangkat ke Gunung Dempo, Pagar Alam
tim gabungan dari mana-mana dan hanya beberapa yang punya pengalaman naek Gunung Dempo selebihnya PEMULA, termasuk saya. (Seorang mahasiswa culun, yang aktif di kampus dan abis kelas langsung kabur buat kerja) karna belom ada pengalaman buat daki gunung jadi belom tau, perlengkapan apa yang wajib di pake. (Yaa walopun sudah dikasih tau oleh senior) jadi pake apa yang punya aja.
Alhasil,
Pake topi kebon
Jaket consina (nonpollar)
Celana training pendek
Sepatu rebook (bukan sepatu gunung)
Konyol kalo diliat2 (ini mau kegunung apa mancing ya) :)
Ya namanya juga PERTAMA
Perjalanan dimulai, kamis malam (17/4) jam 10 malem dari kampus FE Palembang pake Bis yang sudah di sewa sebelumnya. Belum sampai di Indralaya Jalanan MACET TOTAL. 11 jam kejebak macet karna sikomo lewat. Mau gimana lagi, cuma tidur yang paling pas buat nunggu bis jalan lagi. Bis jalan lagi jam 9 pagi (18/4). (habis waktu sehari)
Bis yang tadinya kami pesan full untuk kami saja ternyata Kenek berkata lain, bangku2 yg memang kosong diisi penumpang yang masuk ditengah2 perjalanan, sehingga memicu kericuhan antara teman (Ebit) dan mamang Kenek (mengingatkan perjanjian di awal).
Sampai di Pagaralam langsung kami turun di depan rumah Kak Yudha, tempat kami menginap selama disana, sekitar jam 5 sore.
Besok pagi (19/4) sekitar jam 6 kami meluncur ke puncak Rimau dengan Mobil truck. (mobil buat nganggkut sapi >,< tapi SERUU man... Bayangin kanan kiri hijaunya kebun teh, beratap langit biru dengan jalan berkelak kelok dan berkecepatan tinggi membuat diantara kami termasuk saya mual sesampai dipuncak rimau langsung mengeluarkan isi sarapan tadi pagi).
#yang saya tau jalur menuju TOP G. Dempo ada 5, Pertama dari jalur Rimau, yang akan kami lewati. Kedua lewat jalur kampung 4 yang selebihnya saya kurang tau ^^.
Jam 10 pagi kami jalan, selama perjalanan canda tawa dari Ebit, Ateng, Adrian, Bismi dll mencairkan suasana perjalanan kami. beberapa kali kami putuskan untuk beristirahat beberapa menit. Di Pos 1 saya ikut untuk mengambil air di mata air, disebelah kanan turun kebawah. ada mata air yang rasanya Segar sekali. menuju pos 2 kami sudah kewalahan.. beberapa kali kami rolling tas carrier untuk mengurangi beban. jalan yang licin dan menanjak membuat kami kesusahan, hujan dan angin kencang menemani perjalan kami. (#TIPS ngumpet di balik2 pohon kalo angin kencang datang). Di pos 2, kami melepas lelah, lumayan lama kami disni walaupun ditemani hujan rintik. coklat, roti yang kami makan pada saat itu sudah mengeyangkan. Dirasa cukup bersemangat kembali, kami lanjutkan perjalanan, jalan yang menanjak sebelumnya ternyata belum ada apa2nya, sekarang kami dihadapkan dengan tebing, hanya seutas tali yang menjadi pengangan dan ada 3 titik Tali yang akan kami lalui. sebab itu kami antri antara pendaki yang mau turun/naik. Angin kencang kembali datang, sayup saya dengar Adzan dari tempat saya ngantri yang bersumber dari arah tempat Tali terebut. Mikirnya itu emang adzan waktu zuhur karna emang masi siang pada saat itu, ternyata bukan. Di Gunung adzan memang sering dikumandangkan, karna diyakini bisa membuat cuaca menjadi bersahabat. (#FYI biasanya adzan dikumandangkan ketika, angin kencang, kabut dan hujan.) percaya ga percaya setalah azdan anginnya berangsur normal :)).
Titik tali kedua aman,,, dan dari sini kita sudah bisa menikmati pemandangan yang indah. dan dari sini tim terpecah menjadi dua, dan saya ikut tim yang belakang(membawa tas logistik 2), hanya berempat, Kak Ook, kak Ical, Saya dan Rinaldo. Berasa aman karna kakak2 ini memang sudah berpengalaman. Lepas dari titik Tali yang terakhir (ketiga) yang menjadi penentu hidup/mati adik saya, Rinaldo yang berpostur Tinggi dan Gendut. Susah Payah dia memanjat tebing yang terakhir, hanya air matanya yang bisa menggambarkan perasaannya pada saat itu. badannya sudah sangat letih, kakinya pun tak sanggup lagi untuk melangkah. TAPI Kak Ook, dan kak Ical selalu Meyakini kami bisa sampai di Puncak Gunung Dempo. Tertatih-tatih berjalan yang membuat perjalanan menjadi lamban dan kami harus mengikuti, tetiba saya ditunjuk untuk jadi navigator (sipenunjuk jalan) GILE belom pernah kesini dan disuruh jadi Navigator (beban sekali rasanya) tapi saya iyakan, karna melihat kedua kakak saya yang terlihat kecapekan juga dengan memapah Rinaldo untuk tetap berjalan. Selagi saya mencari jalan (dihutan lumut), tiba-tiba saya mendengar Bunyi tamparan yang begitu keras dari bawah sekitar 400 meter. kembali saya turun, ternyata sumber tamparan tadi adalah kedua senior saya sedang menampar rinaldo yang tidak sadarkan diri untuk tetap sadar. Belum sampai mendekati mereka, saya dilarang mendekat Malah disuruh menyusul kelompok pertama yang sudah jauh kedepan untuk mengambil air minum dan headlamp karna langit senja mau berganti malam.
Kak Ook : "adit, kau susul budak2 di depan, ambil minum, headlamp. Tau dak kau jalan ?"
saya : idak tau kak, (tampang cemas)
Kak Ook : "kau liat pita merah yang diikat diranting pohon bae selamo dijalan, sampe top jalan lagi pas
ado simpang turun kekanan, dak usah bawak tas kau tarok disitu bae".
saya : "siap kak!" (tambah cemas, Man.. belom pernah naek gunung dempo sebelumnya dan harus
sendirian, jantung berdebar lebih cepat)"
cepat saya langsung lari keatas dengan mengikuti instrusksi yang diberikan, hanya bermodal pita merah di sela2 ranting pohon jalan untuk menemukan jalan sampai ketemu dengan rombongan. ....
#yang saya tau jalur menuju TOP G. Dempo ada 5, Pertama dari jalur Rimau, yang akan kami lewati. Kedua lewat jalur kampung 4 yang selebihnya saya kurang tau ^^.
Jam 10 pagi kami jalan, selama perjalanan canda tawa dari Ebit, Ateng, Adrian, Bismi dll mencairkan suasana perjalanan kami. beberapa kali kami putuskan untuk beristirahat beberapa menit. Di Pos 1 saya ikut untuk mengambil air di mata air, disebelah kanan turun kebawah. ada mata air yang rasanya Segar sekali. menuju pos 2 kami sudah kewalahan.. beberapa kali kami rolling tas carrier untuk mengurangi beban. jalan yang licin dan menanjak membuat kami kesusahan, hujan dan angin kencang menemani perjalan kami. (#TIPS ngumpet di balik2 pohon kalo angin kencang datang). Di pos 2, kami melepas lelah, lumayan lama kami disni walaupun ditemani hujan rintik. coklat, roti yang kami makan pada saat itu sudah mengeyangkan. Dirasa cukup bersemangat kembali, kami lanjutkan perjalanan, jalan yang menanjak sebelumnya ternyata belum ada apa2nya, sekarang kami dihadapkan dengan tebing, hanya seutas tali yang menjadi pengangan dan ada 3 titik Tali yang akan kami lalui. sebab itu kami antri antara pendaki yang mau turun/naik. Angin kencang kembali datang, sayup saya dengar Adzan dari tempat saya ngantri yang bersumber dari arah tempat Tali terebut. Mikirnya itu emang adzan waktu zuhur karna emang masi siang pada saat itu, ternyata bukan. Di Gunung adzan memang sering dikumandangkan, karna diyakini bisa membuat cuaca menjadi bersahabat. (#FYI biasanya adzan dikumandangkan ketika, angin kencang, kabut dan hujan.) percaya ga percaya setalah azdan anginnya berangsur normal :)).
Titik tali kedua aman,,, dan dari sini kita sudah bisa menikmati pemandangan yang indah. dan dari sini tim terpecah menjadi dua, dan saya ikut tim yang belakang
Kak Ook : "adit, kau susul budak2 di depan, ambil minum, headlamp. Tau dak kau jalan ?"
saya : idak tau kak, (tampang cemas)
Kak Ook : "kau liat pita merah yang diikat diranting pohon bae selamo dijalan, sampe top jalan lagi pas
ado simpang turun kekanan, dak usah bawak tas kau tarok disitu bae".
saya : "siap kak!" (
cepat saya langsung lari keatas dengan mengikuti instrusksi yang diberikan, hanya bermodal pita merah di sela2 ranting pohon jalan untuk menemukan jalan sampai ketemu dengan rombongan. ....
padahal udah pernah denger ceritanya tapi masih aja asik buat dibaca..
ReplyDeleteditunggu kelanjutannya, dit..
heheh, ngintip aja. padahal belom resmi release belom ada poto2
Deletemonggo di baca kelanjutannya ^^